Chapter 22

1043 Words

Plak! Bugh! Al hanya bisa diam sambil mengelus-elus lengannya dengan wajah suram. "Maksud lo apa hah?" "Ya itu lah," Oliv menahan tangannya untuk tidak kembali memukul ataupun mencubit Al. Gadis itu menghela napas kasar lalu menyandarkan tubuhnya di kursi mobil. "Buktinya tadi nyokap lo gak marah kan?" Oliv menatap tajam Al kemudian membuang muka. Mereka berdua sudah tiba di sekolah namun tetap berada di dalam mobil, Oliv sengaja tidak ingin keluar sampai parkirkan sepi karena ia tidak ingin menjadi bahan perhatian ketika mereka mengetahui Oliv keluar dari mobil Al. "Lo marah?" "Lo aneh! Gak nyambung banget pake ngaku-ngaku." "Itu gue refleks kali gak usah baper," "Apa lo bilang? Baper? Gue?" Al melipat tangannya di setir lalu menjatuhkan dagunya di atas punggung tangan. "Roh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD