16

1109 Words

"Vano!" Vano terkejut hingga rokok yang terselip dijemarinya terjatuh ketanah saat seseorang menepuk bahunya. Vano menoleh, siapa lagi kalau bukan Ray. "Kok elo ngerokok lagi?!" tanya Ray kesal. "Baru ini," ucap Vano menatap rokoknya yang sudah tergeletak di tanah. Dengan segera menginjak puntung rokok yang masih menyala itu. "Kapan sih beneran berhenti ngerokok?" tanya Ray duduk di kursi menatap Vano. "Pas dapatin elo," kekeh Vano duduk disamping Ray. Ray hanya diam tak menjawab ucapan pemuda itu. "Kemarin, lo jalan- jalan ya sama Azka?" tanya Vano yang juga melihat potret Ray dan Azka di bioskop, Ray mengangguk menoleh sejenak pada Vano. "Gue, juga mau ajak lo jalan- jalan." Vano tersenyum kecut menatap taman bunga dihadapannya. "Vano," tegur Ray membuat Vano menatap gadis itu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD