24

1030 Words

"Ray..." "Ray... bangun!" "Ray..." Gadis itu membuka mata langsung memegang tangan seseorang yang baru saja masuk kekamarnya. "Ray, kenapa?" tanya Rio sedikit panik. "Gue, mimpi Alif..." pelan Ray menatap Rio. Tangan Rio terangkat mengusap kepala gadis itu. "Jangan dipikirin, mending lo istirahat, atau mau gue siapin makan malam?" tawar Rio membuat Ray sadar kalau ia sudah berada di rumah. "Kay sama May, mana?" tanya Ray bangkit dari kasur. "Di bawah, ngobrol sama Vano," jawab Rio. "Azka," ucap Ray seolah bertanya dimana pemuda itu namun ia kembali teringat perdebatannya dengan Azka saat berada di rumah anak kecil bernama Alif. "Ray, kenapa?" tanya Rio menatap ekspresi murung gadis itu. "Enggak," jawab Ray tersenyum singkat. "Oh iya, keluarga anak itu ngucapin terimakasih. Gu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD