Latihan Ala Putri Mafia

824 Words

Pagi belum sepenuhnya terang ketika peluit panjang memecah udara markas Arexi. Suara itu tajam, memantul pada dinding beton, merayap sampai ke tulang. Embun masih menggantung di ujung rumput halaman luas tempat lebih dari lima puluh pasukan elit sudah berbaris sejak sebelum matahari berani muncul. Mereka tidak bergerak. Tidak berbicara. Mereka menunggu perintah. Pintu utama terbuka. Langkah sepatu bot terdengar mantap, terukur, tanpa ragu sedikit pun. Kepala-kepala menoleh hampir bersamaan, lalu punggung mereka otomatis semakin tegak. Alea. Seragam hitamnya rapi, rambut diikat tinggi tanpa satu helai pun keluar dari tempatnya. Wajahnya tenang, tapi aura yang dibawanya cukup untuk membuat udara berubah berat. Perban di lengannya tersembunyi sempurna. Tidak ada yang perlu tahu bahwa pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD