33

792 Words

Aditya diam mematung, tubuhnya kaku. Dia tertegun. Hatinya terus berkecambuk karena merasa bersalah. Bahkan, kandungan Oksigen terasa sangat kurang untuk dihirup. Membayangkan bagaimana penderitaan yang dialami Indria selama mengandung Rendra, kian menekan rasa sesak yang bersarang di dadanya. Kini giliran Raka yang menarik paksa kerah baju saudara kembarnya hingga pria itu berdiri dan mereka saling berhadapan satu sama lain. Tak ada perlawanan yang dilakukan oleh Aditya. Walau demikian, tatapan tajam masih dengan setia dia layangkan. "Apa motif lo nyentuh Indria malam itu hah?! Lo nganggap dia sama seperti wanita-wanita yang pernah lo kencani? Begitu 'kan, Dit? Jawab dengan jujur!" Dia semakin kehilangan kesabaran. Rahang wajahnya ikut mengeras. "Motif gue? Kayaknya itu masuk areal pri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD