Matahari mulai menyapa di ufuk timur. Menyapa dengan sinar yang menerangi seluruh alam raya. Sinar matahari juga mulai masuk kedalam kamar tidur crew yang saat ini masih terlelap tidur.
Hari ini. 2 hari menjelang kepulangan rafa dan para crew ke jakarta setelah nyaris seminggu menghabiskan waktu di bali
Matahari terus melangkah naik. Jam juga sudah menunjukkan pukul 07.30 WITA. Dan disaat itu ponsel milik rafa berdering. Rupanya itu adalah dering alarm
"Raf matiin napa alarm-nya"gumam raka masih dengan kesadaran yang belum penuh
"Hmmm"jawab rafa dengan gumaman. Dirinya juga masih sama dengan raka. Kesadaran belum sepenuhnya terkumpul
Hingga akhirnya setelah alarm dimatikan, kini giliran ponsel raka yang berdering kencang
"Ka, tuh hp lo"ujar rafa yang saat ini sudah terbangun tidurnya karena suara dering ponsel milik raka
"Siapa sih yang pagi-pagi nelpon gua. Kurang kerjaan banget"gerutu raka seraya membuka matanya dan melihat siapa yang menelponnya
Matanya membulat sempurna kala melihat satu nama itu. Nama gadis yang ia cintai
"Shinta?"ujar raka sesaat sebelum ia mengangkat telponnya. Sementara rafa langsung melangkah masuk ke kamar mandi. Karena hari ini mereka semua berencana untuk ke ubud
"Morning tembem"goda raka sukses membuat shinta cemberut seketika
"Tembem? Aku gak tembem raka"ucap shinta dengan berteriak. Terdengar dibelakang shinta, anjani yang berteriak karena kaget akibat ulah shinta
"Kalo gak tembem trus apaan dong? Chubby?"tanya raka lagi
"Tau ah"jawab shinta acuh
"Iya deh. Maaf. Eh ngomong-ngomong kalian udah siap belum?"tanya raka bertepatan dengan rafa yang baru saja keluar dari kamar mandi
"Udah nih. Tinggal nunggu anjani doang. Dia sekarang lagi make-up"jawab shinta seraya memoleskan bedak ke area wajahnya
"Yaudah nanti janjian di lobby"ujar raka seraya melangkah ke kamar mandi
"Crew yang lain juga ikut?"teriak anjani yang terdengar jelas ditelinga raka
"Iya. Soalnya sebelum kita dapet flight. Pas kita day off udah bikin rencana kalo dapet flight ke bali pada mau ke ubud"ucap raka dan hanya dijawab 'oh' saja sama anjani
"Yaudah kamu mandi deh. Nanti janjian di lobby ya"ujar shinta sebelum ia menutup telponnya
"Oke beib. See you"jawab raka
"See you too"jawab shinta kemudian memutuskan sambungan telponnya
Setelah itu raka masuk ke kamar mandi. Dan 15 menit kemudian, raka sudah keluar dengan rambut basah yang masih berantakan.
"Etdah cepet amat lo mandi. Biasanya juga berjam-jam"celetuk rafa yang saat ini dengan bersandar dikepala kursi
"Jakarta sama bali beda bos. Disini masih terasa dingin. Beda sama di jakarta yang kalo habis mandi langsung keringetan lagi"ujar raka seraya mengenakan baju dan menyisir rambutnya
"Raf. Habis dari ubud balik dulu kesini?"tanya raka dan hanya diangguki oleh rafa
"Iya. Soalnya bocah-bocah pada gak mau nginep lama-lama"jawab rafa
"Berarti sekarang otw. Besok balik. Trus malemnya packing dan paginya otw airport gitu?"lagi-lagi rafa hanya mengangguk sementara raka hanya menatapnya dengan tak percaya
"Etdah. Sampe CGK langsung tepar itu mah"gumam raka seraya membereskan perlengkapan yang akan ia bawa ke ubud.
"Udah beres belum?"raka hanya mengangguk dan setelah itu mereka berdua melangkah keluar kamar
Dan setibanya di lobby, mereka berdua sudah ditunggu oleh rombongan
"Lambat"gumam shinta memanyunkan bibirnya
"Waiting lama nunggu lo berdua doang"lanjut dikta, co-pilot yang dulu menjadi rekan rafa saat perjalanan dari CGK ke DPS
"Ya sorry. Yaudah yuk otw daripada kesiangan"ajak rafa dan mereka semua langsung bergegas keluar hotel
Perjalanan dari denpasar ke ubud membutuhkan waktu yang cukup lama. Sekitar 3 jam. Itu juga kalo lagi gak hari libur
Dan setelah menempuh perjalanan jauh nan melelahkan akhirnya rombongan tiba di ubud. Lebih tepatnya disalah satu homestay yang ternyata milik alm. Regan
"Rafa"ujar seorang wanita yang sudah tak muda lain. Beberapa crew yang sudah mengenal wanita itu hanya terperangah kaget termasuk shinta dan anjani
"Tante ayu"ujar beberapa crew secara bersamaan termasuk shinta dan anjani. Sementara wanita yang dipanggil tante ayu itu hanya tersenyum
Wanita itu adalah Ayudhia Wulan. Ibunda Regan yang sudah lama menetap di Bali sejak ia bercerai dengan sang Suami. 2 tahun setelah ia bercerai, akhirnya ia memutuskan untuk ke Jakarta dan tinggal bersama dengan Regan. Tapi sejak Regan meninggal akhirnya ia memilih kembali ke Bali dan menetap disana hingga saat ini
Homestay ini adalah satu dari sekian hotel atau perusahaan yang Regan bangun dari nol. Sampai akhirnya beberapa perusahaan milik regan dipegang oleh rafa, rio, atau ayahnya rafa. Dan homestay inilah yang dipegang oleh sang ibu. Karena di homestay inilah semua kenangan tentang regan kecil hingga SMP berada
"Nice to meet you guys"sapa tante ayu dengan senyum yang membuat siapa saja akan terkenang dengan sosok regan. Karena senyumannya mirip sekali dengan yang regan punya
"Yaudah masuk yuk"ajak tante ayu dsn hanya diangguki oleh para crew yang ikut
Masuk kedalam ruang utama, ditempat itulah sosok regan seperti hadir ditempat itu
"Kok gua merinding ya"bisik david kepada rafa. Sementara rafa hanya terkekeh mendengarnya
"Gimana lo kagak merinding. Kan diruangan ini dulu alm. Regan suka ngehabisin waktunya buat belajar atau baca buku. Waktu dia masih SD sampai SMP"ucap rafa seraya mengambil sebuah pigura
Pigura yang didalamnya ada foto rafa, rio, dan juga regan. Foto yang diambil saat mereka lulus bersamaan dari salah satu universitas di Inggris.
"Oxford?"tanya anjani dan hanya diangguki oleh rafa
"Lo bertiga lulusan oxford? Kok malah jadi pilot sih?"tanya dikta penasaran
"Iya. Kita lulusan oxford dan 3 bulan setelah lulus dari oxford gua sama rio langsung ke USA buat sekolah penerbangan dan regan ke Amsterdam buat sekolah penerbangan juga disana"ucap rafa menjelaskan semuanya karena selama ini para crew di maskapai hanya tau kalo rafa dan rio lulusan USA dan regan lulusan Amsterdam tanpa tau kalo ternyata mereka bertiga pernah kuliah di Oxford
"Trus lo kuliah di oxford ngambil jurusan apa? Kalo ujung-ujungnya lo jadi pilot?"kali ini david yang bertanya
"Di oxford ngambil management business biar bisa ngatur perusahaan. And see? Gua bisa ngejalanin dua-duanya"jawab rafa sebelum ia berlalu melihat-lihat bagian homestay tersebut.
Lebih tepatnya homestay yang digabung dengan rumah. Bagian samping kiri adalah rumah pribadi. Sementara bagian samping kanan adalah homestay dan kedua bagian tersebut dipisahkan oleh kolam ikan lengkap dengan air mancur ukuran medium.
"Ini rumah bagus banget. Gede pula"ujar anjani terkagum-kagum dengan arsitektur rumah tersebut
"Yaiyalah. Secara gitu loh si regan yang nge-design semua arsitekturnya"ujar seseorang membuat rafa dan rombongan menoleh
"Rio"ujar rafa. Dan yang dipanggil hanya tersenyum lalu menuruni anak tangga
"Kapan lo dibali?"tanya rafa heran
"Baru semalem landing"jawab rio santai
"Lo tau dari siapa kita disini? Trus lo kesini sama siapa? Laura? Reva? Adit? Mereka kemana?"shinta langsung menghujani pertanyaan kepada rio membuat ia hanya bisa menghela nafas
"Gua pas transit di KL nanya ke mamah. Trus kata mamah lo lagi di bali. Yaudah deh gua nyusul. Dan untuk urusan tuh anak tiga. Mereka masih pada tidur diatas"ucap rio panjang lebar
"Trus kalo urusan ke rumah tante ayu, lo tau darimana?"tanya rafa lagi
"Tante ayu yang nelpon ke gua. Dia bilang ke gua kalo sebelumnya dia dapet telpon dari mamah kalo gua nyusul kesini. Dan akhirnya tante ayu nelpon gua buat nginep disini. Begitu ceritanya"ujar rio yang diakhiri dengan senyum yang mengembang dibibirnya
"Yaudah kalian mending istirahat gih. Raf, kamu bisa kan tunjukkin kamarnya"rafa hanya mengangguk
"Kamar yang diatas apa yang dibelakang?"tanya rafa karena dirumah ini banyak banget kamar tidurnya. Belum lagi kamar yang dihomestay
"Yang dibelakang aja. Cukuplah buat kalian semua. Soalnya yang diatas udah dipake sama temen-temennya si rio"rafa hanya mengangguk lalu mengajak rombongannya ke area belakang rumah
Setibanya dibelakang rumah, para crew termasuk shinta dan anjani hanya bisa terperangah kaget melihat halaman belakang rumah tersebut.
Rumah yang tengahnya berupa kolam renang yang ukuran lumayan luas. Yang dipinggirnya dikelilingi oleh beberapa kamar. 3 kamar disebelah kanan, 3 kamar disebelah kiri, dan 2 kamar lagi berhadapan dengan pintu belakang dimana mereka saat ini sedang berdiri.
"Gila nih rumah luarnya doang keliatan kecil. Gak taunya beuhh gila luas banget"ucap dikta terkagum-kagum
"Kamarnya cukup gak? Ada 8 kamar nih"ucap rafa dan hanya diangguki oleh yang lainnya
"Kamu tidur dimana raf?"tanya anjani dan rafa pun hanya tersenyum
"Dikamar itu. Sama rio, raka, adit"anjani hanya mengangguk paham
"Yaudah kalian istirahat gih. Kamu juga ya"ucap rafa seraya membelai rambut anjani yang sengaja digerai
Anjani hanya mengangguk. Dan setelah rafa mengecup keningnya, gadis cantik itu berlalh menuju salah satu kamar untuk beristirahat karena lelah menempuh perjalaban yang lumayan jauh dari denpasar.
*****BERSAMBUNG*****