Waktu terus berputar dsn saat matahari sudah kembali masuk ke peraduannya. Berganti tugas dengan sang bintang.
Berbeda dengan di denpasar yang selalu ramai walaupun sudah tengah malam, di ubud meski saat ini waktu masih menunjukkan pukul 20.00 sudah sepi. Sesekali hanya suara anjing yang menggonggong. Di ubud suasananya sangat tenang sekali. Sangat cocok untuk dijadikan tempat refreshing
"Kangen"ucap seseorang yang langsung memeluk rafa dari belakang. Rafa awalnya kaget namun sepersekian detik kemudian ia tersenyum.
"Same with you"ujar rafa membalikkan tubuhnya tanpa melepas pelukannya dengan anjani
"Ngapain malem-malem kesini?"tanya rafa seraya membelai rambut anjani sedikit berantakan karena terkena angin malam.
"Nemuin kamu lah"ujar anjani seraya menenggelamkan wajahnya di d**a bidang milik rafa.
"Masuk yuk. Udah malem nih. Anginnya juga udah kenceng banget. Gak baik buat kesehatan"ajak rafa dan anjani pun mengangguk
Setibanya dikamar mereka langsung merebahkan diri di sofa sesaat sebelum ponsel rafa berdering tanpa ada pesan yang masuk. Dan dengan cepat rafa mengambil ponselnya dan langsung membaca isi pesan tersebut.
08961570xxxx
I really miss you, raf. Aku mau kamu balikan lagi sama aku. Dan kita mulai semuanya dari awal lagi. Aku nyesel udah ninggalin kamu demi cowok lain. Dan sekarang aku mau kamu kembali lagi bersamaku
Isi pesan itu sukses membuat rafa terdiam sejenak. Tanpa harus membalas pesan itu dari siapa, rafa pun tau pesan itu dari Meeva, masa lalu yang masih mengharapkannya.
"Kenapa lo harus hadir lagi sih disaat gua udah nemu seseorang yang bikin gua bangkit lagi dari keterpurukan gara-gara kelakuan b***t lo dulu"batin rafa seraya menghapus pesan itu dari hpnya
Rafa belum sanggup menceritakan semua masa lalunya kepada anjani. Karena ia masih belum sanggup jika kehilangan anjani.
"Siapa raf?"suara anjani sukses membuat rafa kaget setengah mati. Ia berusaha menetralkan detak jantungnya dan juga berusaha setenang mungkin
"Itu si rio. Biasa nanyain balik kapan. Kangen kali sama kembarannya"jawab rafa asal dan dengan suara yang biasa saja walaupun masih terlihat sedikit gemetaran
"Oh begitu"jawab anjani seraya melangkah kembali ke sofa dan kembali menonton televisi
"Selamet. Untung anjani gak curiga. Maafin aku ayy, aku gak bermaksud bohongin kamu atau bikin kamu sakit hati. Tapi aku yakin ini akan membuatmu sakit hati suatu saat nanti dan mungkin kamu akan ninggalin aku setelah kamu tau tentang hal ini. Tentang masa laluku. Aku janji ayy, kalo waktunya udah tepat, aku bakal ceritain semuanya ke kamu. Semua tentang masa laluku sebelum akhirnya aku ketemu denganmu, ayy"batin rafa seraya menaruh kembali ponselnya diatas nakas samping tempat tidur
Dan setelah itu, rafa kembali duduk disofa. Disamping anjani. Menemani gadisnya yang tengah asyik menonton televisi sambil mengunyah cemilan yang ada didepannya
Tak lama sebuah ketukan sukses membuat rafa dan anjani saling pandang
"Siapa yang malem-malem ngetuk pintu?"tanya rafa. Sementara anjani hanya mengangkat bahu tanda ia pun juga tak tau
"Buka aja sana"rafa pun mengangguk lalu bangkit dan melangkah untuk membuka pintu
Setelah membuka pintu, nampaklah dikta dan david. Rekan satu grup rafa saat melakukan perjalanan dari CGK-DPS
"Ngapain?"tanya rafa bingung
"Barbeque-an yuk dibawah"rafa sempat diam sejenak sebelum akhirnya mengangguk
"Ayy barbeque-an yuk dibawah. Ramean. Ikut gak?"tanya rafa seraya menoleh kearah anjani yang sedari tadi menatapnya
"Ikuttt"teriak anjani seraya berlari menghampiri rafa yang masih berdiri diambang pintu
"Yaudah yuk"ujar dikta yang melangkah diikuti oleh anjani, rafa, dan david yang mengikuti dibelakangnya
Dan setelah tiba dihalaman belakang rumah ternyata disana sudah ada tante ayu beserta teman-teman rafa yang lain termasuk raka dan shinta
"Ready?"tanya raka dan semuanya mengangguk
"Readyyyy"teriak mereka semua secara bersama
Dan setelah itu mereka mulai membagi tugas. Ada yang bertugas membakar ikan, memanggang ayam, dll. 30 menit setelah itu, sudah banyak makanan yang tersaji diatas meja panjang ditengah taman belakang rumah yang dihiasi dengan banyak lampu taman
"Kalo berduaan kayaknya romantis banget ya tan"celetuk dikta membuat yang lain bersorak bahkan ada yang sampai tertawa terpingkal-pingkal
"Kode lo Ta"celetuk raka sukses membuat dikta menatapnya tajam
"Iyalah yang punya pacar mah beda sama yang JOMBLO"ucap dikta menekankan kata jomblo
"Iya dah yang baru diputusin sama pacar mah beda"goda david sukses membuatnya dia mendapat jitakan dari dikta
"Diem ngapa lo. Ember banget sih punya mulut"omel dikta membuat yang lain hanya tertawa melihat aksi dua orang pilot itu
"Ya maaf"jawab raka dengan tampang melasnya
"Kalian kalo lagi day off suka ngumpul begini?"tanya tante ayu dan hanya dibalas anggukan oleh rafa dkk
"Raf udah ketemu davina?"tanya tante ayu lagi
"Udah tan"jawab rafa bertepatan dengan seorang gadis cantik yang keluar dari dalam rumah. Rafa yang melihat gadis itu langsung tercengang saat melihatnya membuat anjani cemburu.
"Raf ngeliatnya biasa aja dong. Kasian tuh cewek lo, mandang lo udah kayak singa kelaperan"ujar dikta seraya menatap anjani
Rafa pun langsung menoleh dan hanya tersenyum kepada anjani
"Dia adiknya regan"jawab rafa sukses membuat yang lainnya membelalakan matanya. Kaget.
"Adik? Sejak kapan regan punya adik?"tanya anjani kali ini dengan tampang bingungnya
"Dari dulu lah. Namanya Reya Zahra Frederica. Biasanya dipanggil chubby"ujar rafa seraya melirik Zahra yang duduk disalah satu bangku
"Kak aku udah gak chubby"teriak zahra dari tempat duduknya
"Yakin udah gak chubby?"tanya rafa seraya melangkah menuju tempat zahra duduk. Zahra pun langsung mengangguk
"Iya. Aku udah gak chubby tau"jawab zahra seraya memanyunkan bibirnya
"Kalo gak chubby. Trus ini apaan?"ujar rafa seraya mencubit pipi gadis itu. Membuat zahra langsung mengaduh kesakitan
"Kak"teriak zahra membuat rafa langsung mengacak-acak rambut zahra
Sementara para sahabat rafa yang lain termasuk anjani hanya bisa tersenyum melihat adegan dihadapannya saat ini
"Sumpah rafa udah kayak regan banget"gumam anjani seraya tersenyum kearah rafa yang masih meledek Zahra
Rafa yang sudah lama tidak bertemu dengan zahra langsung memeluk gadis yang sudah dianggap seperti adik sendiri itu. Rafa dan rio sudah menganggap Zahra seperti Rena. Begitupun zahra yang sudah menganggap Rafa dan rio seperti Regan
"Long time no see Ra"ujar rafa seraya memeluk zahra dengan erat
"Kangen tau kak. Kakak lagi dapet flight kesini?"rafa hanya mengangguk saat zahra bertanya seperti itu.
"Kak. Aku mau nunjukkin sesuatu buat kakak"ujar zahra membuat sebelah alis rafa terangkat sementara anjani dan yang lainnya hanya saling pandang
"Apaan?"tanya rafa dan saat itu juga zahra memberikan sebuah amplop coklat dan rafa pun langsung membuka isi amplop tersebut
Rafa langsung tersenyum setelah membaca isi surat tersebut
"Akhirnya kamu bisa mencapai impian kamu, Dek"ujar rafa seraya mencubit pipi zahra
"Dan aku bisa ngelanjutin keinginannya kak regan. Serta aku bisa ngelanjutin tugas dan pekerjaannya kak regan"rafa hanya tersenyum getir saat zahra mengucapkan kalimat itu. Dan disaat itu pula teman-teman rafa langsung menyerbu dan memeluk zahra secara bersama
"So, sekarang saatnya partyyyy"teriak dikta yang kemudian disambut dengan tepuk tangan riuh
Party pun dimulai. Dan waktu terus berputar hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 tengah malam waktu WITA. Dan pesta pun selesai.
Mereka semua mulai memasuki ruangan. Tetapi bukan kembali ke kamar mereka masing-masing melainkan menuju ruang keluarga di rumah ini.
"Gak tidur lagi?"tanya tante ayu saat melihat rafa dan yang lain sedang asyik menonton bola
"Yang cewek mah pada balik ke kamar tan. Kita mau nonton bola dulu"jawab dikta dan hanya dibalas anggukan oleh tante ayu
"Iya tan. Palingan juga ketiduran disini"lanjut rafa sementara tante ayu hanya geleng-geleng kepala
"Yaudah tante ke kamar dulu ya"ujar tante ayu dan hanya dibalas anggukan oleh rafa dkk
Setelah tante ayu melangkah menuju kamarnya, rafa dkk serius menonton bola sambil memakan cemilan yang ada didepan mereka
"Lagi apa ngapain?"ujar seorang gadis cantik yang sukses membuat rafa dkk terlonjak kaget
"Zahraaa"teriak rafa dkk secara bersama. Sementara yang diteriaki hanya tersenyum saja
"Bisa gak sih gak ngagetin orang"ujar rafa dengan tampang kesalnya
"Ya maaf. Habisnya kalian serius banget sih"jawab zahra seraya mengambil cemilan yang ada didepan rafa
"Heuhhh dasar chubby"gerutu rafa yang kemudian kembali fokus menonton
Sementara zahra yang duduk di sofa juga asyik menonton sambil memakan cemilan yang dipegangnya
"Dek kapan ke Jakarta?"tanya rafa setelah terjadi keheningan yang cukup lama karena pada fokus menonton bola
"Besok"jawab zahra sukses membuat semua cowok yang sedang menonton bola itu langsung menoleh
"Lah itu mah bareng sama kepulangan kita ke jakarta juga. Iya kan raf?"rafa hanya mengangguk saat david berkata seperti itu
"Yaudah berangkatnya bareng aja ya. Nanti jam 11an kita udah pada balik ke hotel soalnya besok mau terbang ke jakarta
"Kok disini bentar amat? Cuma semalem"ujar zahra dengan wajah cemberutnya
"Kan ngejar waktu ra. Lagi pula kamu juga nanti bakal ke jakarta juga kan"zahra akhirnya mengangguk
"Yaudah deh mending kamu siapin barang kamu yang buat dibawa ke Jakarta"lagi-lagi zahra hanya mengangguk dan setelahnya ia pergi menuju kamarnya
Waktu terus berputar dan jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. 3 jam sebelum kepulangan mereka kembali ke Denpasar.
"Ra kamu udah siapin semua belum?"tanya tante ayu kepada zahra yang sedang asyik menyantap sarapannya
Sebelumnya tante ayu sudah diberitahu oleh rafa jika zahra akan ikut bersama ke jakarta besok
"Udah mom"ujar zahra sebelum menyuap nasi kedalam mulutnya
"Okey. Oh ya ra kakak kamu balik kesini kapan?"tanya tante ayu sukses membuat anjani dan shinta saling pandang
"Kakak? Regan bukan anak pertama tan?"tanya anjani dengan tampang bingungnya
"Bukan. Dia anak kedua"jawab rafa seraya turun dari tangga
"Kenapa kamu gak ngasih tau ke aku?"kali anjani bertanya pada rafa
"Kirain kamu udah tau"jawab rafa santai
"Mas Devan pulang besok mom. Kan dia udah selesai tugas disana jadinya nanti bisa disini sama mamah"tante ayu hanya mengangguk
"Emang regan gak cerita sama kamu ayy kalo dia punya kakak?"tanya rafa dan hanya dibalas gelengan kepala oleh anjani
"Ke lo juga Shin?"shinta pun hanya menggeleng
"Emang dia orangnya kayak begitu. Gak mau ngomongin tentang keluarga. Katanya sih privacy. Makannya tiap kali ngobrol dia gak pernah ngungkit soal keluarga"ujar tante ayu memberitahu tentang sikap alm. Regan yang sebenarnya
"Yaudah kalian cepetan habisin makanannya. Dan langsung siap-siap. 2 jam lagi kan?"kali ini raka yang mengangguk
2 jam kemudian. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 dan tiba saatnya rafa dkk termasuk zahra untuk meninggalkan rumah itu. Rumah yang penuh kenangan bagi rafa dan zahra akan alm. Regan
"Ra jaga diri baik-baik ya. Semoga kamu bisa ngejalanin impian kamu itu. Dan kamu bisa membahagiakan kakak kamu di surga sana"zahra hanya mengangguk
"Pasti mom. Ini kan impian zahra sejak dulu"jawab zahra dengan senyum yang terukir jelas dibibirnya
"Ya udah tan kita jalan dulu ya. See you next time tan"ujar rafa seraya mencium punggung tangan tante ayu. Begitupun yang lainnya
Setelah itu mobil mulai melaju meninggalkan pekarangan rumah untuk kembali ke hotel yang berada di denpasar. Perjalanan panjang membuat rafa dkk memutuskan untuk tidur karena kemungkinan mereka akan tiba di denpasar malam hari dan esok paginya mereka harus kembali ke jakarta
Meskipun kepulangannya ke jakarta yang membawa pesawat bukanlah rafa melainkan orang lain. Tetapi, tetap saja perjalanan udara dari bali ke jakarta yang menguras waktu membuat siapa saja akan merasa capek. Hingga akhirnya mereka semua memutuskan untuk mengumpulkan tenaga mulai hari ini supaya besok ketika tiba di jakarta mereka tidak merasa terlalu lelah.
*****BERSAMBUNG*****