GOOD DAY
tutttt.. tuuttttt..
"Andiiinnn.... udah selesai belum siap2nya. Gery udah sampai loh, nanti telat... " teriak ibu dari bawah.
Suara klakson sepeda ini hampir tiap hari terdengar di rumah Andin. Ya, Gery selalu setia antar jemput Kekasihnya dari SMP ini setiap hari.
" Ya bu... udah kok udah.. ini andin udah selesai.." jawab Andin
" ih anak ibu cantik banget nih, gih buruan. Nih bawa kasi Gery ya, belajar yg pinter. Bentar lagi ujian kenaikan ya sayang" Ujar ibu sambil menyodorkan kotak bekal berisi roti bakar keju s**u kesukaan Gery.
Ya. Kamu sudah lama berpacaran. Hampir 4 tahun sejak SMP kelas 2. Tak heran jika Gery sudah di anggap sebagai anak laki-laki dikeluarga kami. ibu sangat dekat dengan Gery karena di keluarga kami tidak aku 2 bersaudara dengan adikku perempuan. Jadi tidak ada laki-laki di rumahku semenjak bapak meninggal dunia. Ibu sangat perhatian kepada Gery dan menganggap anak laki-lakinya sendiri.
"Saya berangkat dulu ya bu, Assalamualaikum.. " Gery pamit sambil bersalaman dengan ibu
15 MENIT KEMUDIAN
Kamipun sampai di sekolah.
Aku dan Gery adalah siswa kelas 2 SMA Taruna sakti.
Kami berbeda jurusan. Aku tergolong anak yang pandai. Aku masuk ke kelas IPA Favorit. Sementara Gery lebih memilih Kelas IPS
"Hei.. Heii..."
Teriak Dimas dari kejauhan menyapa kami..
Dimas adalah teman sebanyak Gery.
Kami bertiga pun berjalan menuju kelas masing masing. Setelah sampai kelas ku aku pamit masuk. Terlihat Gery dan Dimas berjalan menghilang menuju kelas mereka.
"Eh tau gak brooow.. hari ini katanya ada murid IPS baru loh.. pindahan dari jakarta" kata Dimas kepada Gery
"Kaga Tau lah oneng, mana aku tau. Emang kamu tau dari mana?" tanya Gery
"Tadi tuh di depan ada murid.. wishhhhhh cantik poollll. Badannya aduhai.. Kulitnya putih bersih brooow.." ujar Dimas sambil berdecak kagum
" Ish... kamu mah Cewek mulu otaknya ah" timpal Gery
"Gila kamu mah belum tau Ger, kalo tau mah pasti kamu embat. ha ha ha ha ha ha ha ha . . . . . . . . . . . . . . . " ejek Dimas
" semoga aja masuk kelas kita " gumam Dimas
" Dah ah jangan banyak menghayal . . mana PR udah belum sini ak nyontek lah" Gery meminta contekan PR milik dimas
Tak lama kemudian...
"Pagi anak . . anak. ." bu Helda, guru kelas cantik kami pun datang
ada sesuatu yang segar datang bersama bu Helda . .
" Buseeeeeeeeeeeeeetttt... ini bidadari Dim". Spontan kata kata pujian keluar dari mulut Gery
" Bener kannnn . . ha ha ha ha " Gery tertawa
" Anak anak . . perkenalkan ini Putri. sekarang Putri akan menjadi teman kelas kita dan bersekolah di sekolah kita. Silahkan perkenalkan diri Putri" Bu Helda mempersilahkan Putri untuk memperkenalkan diri..
" Hai teman . . teman. . nama saya Putri. saya pindahan dari Jakarta dan saat ini saya tinggal di g**g borneo no 3. Salam kenal semua ya. . " perkenalan singkat Putri
JAM ISTIRAHAT TIBA
Seperti biasa Andin ke kelas Gery untuk mengantarkan roti bakar titipan ibu. Tiba-tiba sampai di kelas Gery..
"Eh sini." Kata Gery menarik lengan Andin dan mengajak berbalik menuju kelas Andin.
"Kita duduk disitu aja yuk. . dikelas berisik. panas lagi. . gerah aku" ajak Gery pada Andin mengajak untuk duduk di taman
"Tumben banget sayang. biasanya kamu malas buat keluar kalo lagi jam istirahat." Andin terheran-heran
"Iya sayangku. aku bosen pengen udara segar. masa iya di kelas mulu." jawab Gery
" Oh Yaudah. ni makan bekal dari ibu. kesukaan kamu nih" Andin memberikan bekal kepada Gery
" Wah asyik " Gery membuka kotak bekal dan langsung melahapnya.
Ketika Asyik makan, Agung teman sekelas Andin tiba - tiba duduk di taman juga. Agung mengajak ngobrol Andin dan Gery.
"Ger, cakep juga ya Putri. Gila aku mau mah jadi cowoknya. ha ha ha ha. baru ini sekolah kita kedatangan artis." puji Gery
"Putri siapa sih Gung?" Tanya Andin
"Oh dia anak IPS din. teman sekelas kita pindahan dari Jakarta. Aduhai lah pokoknya orangnya. Artis sekolah mah kalo kata aku. ha ha ha" jawab Agung
Andin terdiam . .
- - - - - - - - - - -
14.00 WIB
"Hati-hati ya pulangnya. Makasih ya sayang" ucap andin pada Gery yg menurunkannya di halaman rumahnya
"Oke sayang, aku pulang dulu yah. Salam untuk ibu ya. Bye. . " Gery pamit pada Andin
"Bye... " andin menjawab sambil melambaikan tangan pada Gery yang sudah melaju kencang dengan motor sportnya