Aku membuka mataku yang masih terasa berat. Suara yang monoton dan terus menerus telah berhasil mengganggu sesuatu yang kuanggap sebagai tidur. Cahaya menyilaukan dari langit-langit putih adalah hal pertama yang kulihat. Aku benar-benar tidak merasa nyaman dengan apapun. Ini tidak sakit. Aku hanya seolah ingin muntah.
Ini mungkin saja surga karena hal terakhir yang kuingat adalah sebuah mobil melaju kencang lalu menghantam tubuhku yang sedang berlari melintasi jalanan. Tubuhku terpental dan rasa sakitnya luar biasa ketika aku mendarat pada permukaan aspal yang keras. Rasa sakit yang kurasakan saat itu sudah tidak ada menyisakan perasaan tidak nyaman di dadaku. Aku tidak bisa bernafas dengan leluasa, aku tidak bisa menggerakkan tubuhku seperti yang kuinginkan.
Mengedipkan mata adalah satu-satunya hal yang bisa kulakukan. Berapa lamapun aku menunggu, aku tak kunjung terbiasa. Perasaan mengganggu ini, bagaimana menyingkirkannya?
Maka, ini adalah neraka. Toh aku bukanlah seseorang yang sangat baik ketika hidup dulu hingga layak masuk surga. Aku bahkan membuat kesalahan dengan menyakiti seseorang. Mencoba menebusnya hanya membuatku berakhir di tempat ini. Siapa yang harus kusalahkan? Bahkan mobil yang menabrakku waktu itu juga tidak akan mengira bahwa aku akan berlari tiba-tiba. Lalu, apakah aku harus menyalahkan diriku? Ketika aku berakhir menyedihkan seperti ini?
Suara-suara itu masih ada. Seolah sengaja bertahan disana untuk membuatku menjadi tidak waras. Aku ingin meneriakkan sesuatu. Namun, tidak ada yang keluar. Layaknya memiliki kesadaran tanpa kendali atas tubuhku sendiri. Mungkin karena aku telah mati. Aku tidak mungkin masih hidup setelah dihantam keras seperti itu bukan?
Kecuali aku adalah zombie. Monster mengerikan dengan tubuh yang membusuk. Menolak mati dan terus hidup di jasad yang telah menjadi mayat. Rasa tidak nyaman itu kurasa berasal dari sana. Aku bukannya di surga atau neraka. Aku adalah zombie. Aku berada di sebuah ruangan, bukankah itu terlihat jelas? Menunggu malam tiba, menunggu untuk bangkit kembali.