bc

SIREN

book_age12+
2
FOLLOW
1K
READ
drama
tragedy
comedy
sweet
humorous
mystery
like
intro-logo
Blurb

Mereka mengatakan bahwa aku terobsesi dengan zombie. Beberapa secara gamblang menyebut bahwa aku gila. Begitu juga denganmu. Tak ada yang membuatmu memiliki pemikiran berbeda tentangku. Seperti yang lainnya. Bagimu aku hanya wanita aneh maniak film zombie. Aku tidak peduli dengan itu. Aku tidak peduli dengan pendapatmu, juga pendapat orang lainnya. Bukankah orang gila ini cukup sukses hingga membuat pria sepertimu tidak bisa menolak untuk menikah denganku? Aku melakukan apa yang kurencanakan. Aku mendapatkan segala hal yang kuinginkan. Aku bukan sekadar introvert gila yang bersembunyi dari monster dalam imajinasiku. Benar bahwa aku memiliki masa lalu, memiliki ketakutan akan sesuatu yang tidak dimengerti oleh orang lain. Aku memang bersembunyi disini. Bukan dari para zombie, melainkan dari sesuatu yang jauh lebih menakutkan. Kau mungkin mampu menebaknya suatu hari nanti karena kau adalah permulaan dari kegilaan ini.

Meski kisah zombie terlihat menarik, akan tetapi, mereka tidak nyata. Aku tahu itu. Aku akan membiarkanmu dan orang-orang itu menyebutku gila. Tidak perlu merasa senang karena aku hanya sedang berpura-pura. Menyangkal ketakutanku yang sebenarnya agar orang-orang tidak perlu merasa kasihan kepadaku. Agar aku tidak perlu dikasihani. Agar aku tidak terlihat menyedihkan. Agar aku tidak terus mengingat luka yang ingin kulupakan.

chap-preview
Free preview
Prolog
Aku membuka mataku yang masih terasa berat. Suara yang monoton dan terus menerus telah berhasil mengganggu sesuatu yang kuanggap sebagai tidur. Cahaya menyilaukan dari langit-langit putih adalah hal pertama yang kulihat. Aku benar-benar tidak merasa nyaman dengan apapun. Ini tidak sakit. Aku hanya seolah ingin muntah. Ini mungkin saja surga karena hal terakhir yang kuingat adalah sebuah mobil melaju kencang lalu menghantam tubuhku yang sedang berlari melintasi jalanan. Tubuhku terpental dan rasa sakitnya luar biasa ketika aku mendarat pada permukaan aspal yang keras. Rasa sakit yang kurasakan saat itu sudah tidak ada menyisakan perasaan tidak nyaman di dadaku. Aku tidak bisa bernafas dengan leluasa, aku tidak bisa menggerakkan tubuhku seperti yang kuinginkan. Mengedipkan mata adalah satu-satunya hal yang bisa kulakukan. Berapa lamapun aku menunggu, aku tak kunjung terbiasa. Perasaan mengganggu ini, bagaimana menyingkirkannya? Maka, ini adalah neraka. Toh aku bukanlah seseorang yang sangat baik ketika hidup dulu hingga layak masuk surga. Aku bahkan membuat kesalahan dengan menyakiti seseorang. Mencoba menebusnya hanya membuatku berakhir di tempat ini. Siapa yang harus kusalahkan? Bahkan mobil yang menabrakku waktu itu juga tidak akan mengira bahwa aku akan berlari tiba-tiba. Lalu, apakah aku harus menyalahkan diriku? Ketika aku berakhir menyedihkan seperti ini? Suara-suara itu masih ada. Seolah sengaja bertahan disana untuk membuatku menjadi tidak waras. Aku ingin meneriakkan sesuatu. Namun, tidak ada yang keluar. Layaknya memiliki kesadaran tanpa kendali atas tubuhku sendiri. Mungkin karena aku telah mati. Aku tidak mungkin masih hidup setelah dihantam keras seperti itu bukan? Kecuali aku adalah zombie. Monster mengerikan dengan tubuh yang membusuk. Menolak mati dan terus hidup di jasad yang telah menjadi mayat. Rasa tidak nyaman itu kurasa berasal dari sana. Aku bukannya di surga atau neraka. Aku adalah zombie. Aku berada di sebuah ruangan, bukankah itu terlihat jelas? Menunggu malam tiba, menunggu untuk bangkit kembali.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Kali kedua

read
222.6K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
195.1K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
17.3K
bc

TERNODA

read
202.9K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook