Kirana masuk ke kamarnya tanpa suara, langsung nutup pintu dan klik, mengunci dari dalam. Napasnya berat, dadanya naik turun. Begitu punggungnya nempel pintu, dia merosot ke lantai sambil nutup mata. “Kenapa jadi serumit ini…” gumamnya lirih. Di luar, Aksha berdiri beberapa detik, ngelihat pintu yang terkunci rapat. Dia cuma bisa mengelus dadanya pelan. “Sabar, Aksha… sabar…” bisiknya ke diri sendiri. Dia menghela napas panjang lalu akhirnya naik ke lantai dua menuju kamarnya sendiri, langkahnya berat, kayak bawa beban puluhan kilo. Sementara itu… Di apartemen mewah Arsen, suasana jauh berbeda. Arsen lagi tiduran santai di ranjang, napasnya masih agak ngos-ngosan. Rania, mantan istri kedua Aksha, rebahan di lengannya, membiarkan jemari Arsen mengusap rambutnya. “Aku kalah tender da

