Aksha kembali fokus ke laptopnya, ngeburu waktu biar semua laporan hari ini kelar sebelum pulang. Sementara itu, Kirana yang baru turun dari mobil online langsung nyempetin mampir ke supermarket kecil deket rumah. Dia buka chat dari Bi Darmi yang isinya daftar kebutuhan rumah yang udah habis. Kirana ambil satu-satu sambil ngelurusin napas, hari ini cukup panjang buatnya. Di kasir, Kirana lagi naruh barang-barang di meja conveyor ketika suara yang paling tidak ingin dia dengar muncul di sampingnya. “Kirana?” Rania berdiri dengan senyum tipis yang terlalu manis buat dibilang ramah. Kirana reflek menoleh. “Hm? Oh… kamu.” Rania ngeliatin Kirana dari atas sampai bawah, lalu mendekat dikit. “Sendirian aja? Suami kamu mana? Oh… lupa. Aksha itu kan cuma baik karena kasihan. Dia nggak akan p

