Janji Akhsa

1527 Words

Aksha menggendong bayi mungilnya dengan kedua tangan yang masih gemetar. Tubuh kecil itu hangat, napasnya lembut, dan aroma khas bayi baru lahir langsung menusuk d**a Aksha, bikin hatinya meleleh seketika. Dia menahan napas, mendekatkan mulutnya ke telinga kecil itu. “Allahu akbar… Allahu akbar…” Suara azan yang ia lantunkan lirih benar-benar bergetar. Setiap lafaz keluar kayak nancep sendiri ke dadanya. Kayak tamparan, kayak syukur, kayak penyesalan yang numpuk jadi satu. Kirana yang melihat itu spontan nutup mulutnya dengan tangan. Air matanya turun tanpa bisa ditahan. Bunda Adelia cuma duduk diam di samping Kirana, sesekali ngusap bahu menantunya. Fabian, yang dari tadi pura-pura cuek di sofa, juga keliatan berkedip beberapa kali, matanya jelas memerah. Selesai azan, Aksha menc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD