Jejak duka dan tekad aksha

1471 Words

Fabian panik luar biasa. Dia langsung menggendong Bunda Adelia yang tak sadarkan diri menuju lift, berusaha secepat mungkin turun ke basement. Setibanya di mobil, Fabian menaruh tubuh bundanya di kursi belakang, langsung menepuk setir dan melajukan mobil ngebut. Aksha duduk di mobil belakang, mengikuti Fabian dari kejauhan. Dadanya sesak, matanya berkaca-kaca. Tak kuasa menahan tangis. Sesampainya di rumah sakit, Fabian buru-buru membawa bundanya ke ruang ICU. Aksha langsung loncat dari mobil, berlari ke ruang tunggu ICU, wajah panik. “Fabian… apa yang terjadi?!” Suara Aksha gemetar, nadanya penuh cemas. “Bang… tadi Kirana datang ke rumah, bawa Avsar… dia nangis, bang… terus nunjukin video abang sama Rania di kostan!” Fabian menahan tangisnya, suaranya pecah. Aksha menelan ludah, dada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD