Malam semakin larut ketika Aksha masih duduk di ruang kerjanya. Udara terasa berat, seolah ikut menekan dadanya yang sejak berhari-hari tak pernah benar-benar tenang. Wajahnya tampak letih, matanya merah akibat kurang tidur dan terlalu banyak menahan air mata. Di hadapannya, layar laptop menyala. Di sampingnya berdiri Bilal, asisten pribadinya yang dikenal sangat andal dalam bidang teknologi informasi. Suasana di ruangan itu sunyi, hanya terdengar bunyi ketikan pelan dari papan tombol. “Pak Aksha,” ucap Bilal akhirnya, memecah keheningan. “Saya sudah mendapatkan rekaman asli dari kamera pengawas di sekitar rumah kos milik Ibu Rania.” Aksha menegakkan punggungnya. Tangannya sedikit bergetar. “Tunjukkan.” Bilal memutar sebuah video. Dalam rekaman itu, terlihat Aksha masuk ke rumah kos R

