Diantara Cinta dan Dendam

1563 Words

Pagi hari menyapa dengan cahaya matahari yang menembus celah gorden apartemen, namun suasana di atas ranjang king size itu masih sangat sunyi. Alana mengerang pelan, mencoba menggerakkan tubuhnya, namun rasa pegal yang luar biasa di pinggang dan pahanya membuat ia kembali terpejam. "Engghh..." Alana menggeliat, merasakan lengan kokoh Fabian masih melingkar protektif di perutnya. Fabian yang ternyata sudah bangun lebih dulu, hanya memperhatikannya sambil tersenyum puas. Ia mengecup bahu Alana yang terbuka. "Pagi, Istri Mas... Gimana? Masih bisa jalan ke kampus atau mau Mas bikinin surat izin sakit dari dokter?" godanya dengan suara serak khas bangun tidur. Alana menoleh, melihat wajah suaminya yang nampak sangat segar meski mereka baru tidur beberapa jam. "Mas... kaki aku rasanya kayak j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD