Dendam yang baru dimulai

1404 Words

Gerbang besi raksasa itu berderit, suara logam yang beradu terdengar seperti musik klasik di telinga Kenzo Wiradinata. Begitu langkah kakinya melewati garis batas lapas, ia berhenti. Ia memejamkan mata, membiarkan terik matahari Jakarta membakar kulitnya yang memucat setelah lima tahun terkurung di balik beton dingin. Kenzo menghirup udara dalam-dalam. Bau aspal terbakar dan polusi yang menyesakkan bagi orang lain, baginya adalah aroma kebebasan. Sebuah mobil hitam mengilat sudah menunggu di pinggir jalan. Seorang pria berbadan tegap keluar, membungkuk takzim, lalu membukakan pintu belakang. Kenzo masuk tanpa sepatah kata pun. Ia menyandarkan punggungnya di jok kulit yang empuk, jemarinya meraba tekstur interior mobil dengan perlahan. "Selamat atas kebebasannya, Tuan Kenzo," ucap pria d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD