Aksha masih menatap Kirana dengan sisa-sisa napas yang belum teratur. Saat melihat Kirana kembali mengusap bibirnya dengan punggung tangan, mata Aksha menyipit jenaka namun penuh ancaman. "Kalau kamu usap lagi, Mas cium lagi. Sampai bibir kamu merah, Mas nggak akan berhenti," ancam Aksha dengan suara rendah. "Mas Aksha! Pergi nggak!" seru Kirana sambil memukul lengan suaminya dengan kesal. "Nggak akan. Mas nggak akan pergi ke mana-mana, Sayang," sahut Aksha mantap. Ia menangkap tangan Kirana yang baru saja memukulnya, lalu menggenggamnya erat meskipun Kirana berusaha meronta. "Hukum Mas, kirana. Mas terima apa pun. Mas pantas mendapatkannya. Tapi Mas mohon satu hal... jangan acuhkan Mas. Jangan jauhkan Mas dari kamu. Mas hampir gila waktu kamu diculik tadi. Mas baru sadar, selama ini M

