Fabian melangkah keluar dari hotel dengan langkah cepat, tidak ingin sedetik pun menghirup udara yang sama dengan dua pengkhianat itu. Rasa sesak di dadanya ia lampiaskan dengan menghirup udara malam Yogyakarta dalam-dalam. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan pesta Azzam dan Sabrina, jadi ia memutuskan untuk pergi diam-diam. Ia merogoh ponselnya, jemarinya bergerak cepat mengirim pesan singkat ke kakaknya, Aksha. > Fabian: Kak, aku ijin cabut duluan. Mau ketemu teman lama mumpung lagi di Jogja. Jangan dicari, nanti aku balik ke hotel sendiri. Tanpa menunggu balasan, ia memesan ojek online. Ia sengaja tidak membawa mobil sendiri agar bisa sedikit menjernihkan pikiran tanpa harus fokus menyetir. Begitu ojeknya datang, ia segera naik, membiarkan angin malam Yogyakarta menerpa wajahnya ya

