Malam di Magelang terasa begitu sunyi, namun di dalam kamar tamu kediaman Dokter Aditya, suasana justru terasa sangat panas dan penuh desakan rindu yang telah tertahan selama seminggu. Lampu utama telah dipadamkan, menyisakan cahaya temaram dari lampu nakas yang memberikan rona keemasan pada kulit mereka. Azzam menarik Sabrina ke dalam pelukannya, menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya yang sangat ia rindukan. "Sayang... Mas kangen banget, sampai rasanya mau gila di Jogja kemarin," bisik Azzam dengan suara rendah dan serak tepat di telinga Sabrina. Sabrina mendongak, jemarinya membelai d**a bidang Azzam yang kokoh. "Aku juga, Mas. Seminggu ini rasanya lama banget." Azzam menghentikan belayan tangan Sabrina, ia menatap mata istrinya dengan tatapan yang sangat intens. "Sayang... kamu

