Kirana hamil, hatinya hancur

1407 Words

Pagi itu rumah terasa lebih cerah dari biasanya. Aroma roti panggang dan sosis sudah kecium dari dapur, bunda Adelia memang bangun paling pagi dan langsung sibuk nyiapin sarapan. “Mas… ayo turun,” ucap Kirana pelan sambil ngetuk pintu kamar mandi. Tak lama, Aksha keluar, rambutnya masih basah. Kirana sempat kaget waktu tangannya tiba-tiba digenggam oleh Aksha. Genggaman yang… biasanya cuma ada kalau bunda Adelia lagi di rumah. Mereka turun bareng. Bunda Adelia yang lagi nyusun piring langsung nyengir lebar. “Hmm… lihat deh. Jalan bareng, gandeng-gandengan. Bunda jadi mikir kalian semalam… yaaa ngertilah,” goda Bunda sambil mengangkat alis. Kirana langsung tersedak malu sendiri. “B-bunda… apaan sih…” Aksha cuma senyum tipis, nggak nolak, nggak jelasin apa-apa. Justru itu yang bikin Bu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD