Lorong sunyi yang menyimpan cinta

1533 Words

Lorong ruang rawat anak masih dipenuhi aroma antiseptik yang khas. Sabrina melangkah pelan sambil menatap tablet di tangannya, membaca catatan medis pasien berikutnya. Balutan hijab pastel membingkai wajahnya yang teduh, rapi seperti biasa. Senyum tipis tak pernah absen setiap kali ia memasuki area anak-anak. Ia berhenti di depan satu pintu kamar. Ruang Rawat Anak – 305. Sabrina menarik napas singkat, lalu mengetuk pintu pelan. “Assalamualaikum,” ucapnya lembut sambil membuka pintu. “Waalaikumsalam,” sahut seorang perempuan dari dalam. Langkah Sabrina terhenti sepersekian detik. Matanya langsung menangkap sosok perempuan yang sangat ia kenal, Safiyah. Di sampingnya berdiri seorang pria, jelas suaminya sekarang. Dan di atas ranjang pasien, seorang anak perempuan kecil terbaring lemah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD