Alex adalah seorang pria yang tampan, cerdas, dan sangat baik hati. Dia memiliki kepribadian yang ramah dan selalu bisa membuat orang lain merasa nyaman di sekitarnya. Alex memiliki kecerdasan yang luar biasa dan sangat berbakat di bidang teknik.
Meskipun dia merupakan mahasiswa pindahan, Alex cepat beradaptasi dengan lingkungan baru di kampus. Dia juga sangat tertarik pada dunia sastra dan memiliki hobi membaca buku-buku klasik.
Alex sangat tertarik pada Maya dan senang menghabiskan waktu bersamanya. Dia sangat menghargai persahabatan mereka dan selalu memberikan dukungan pada Maya. Alex juga sangat peduli pada perasaan Maya dan selalu mencoba untuk membuatnya merasa nyaman dan bahagia.
Di samping itu, Alex juga memiliki masa lalu yang sulit. Dia pernah mengalami kegagalan dalam hubungan asmara dan masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya. Namun, dia berusaha untuk mengatasi masalahnya dan berfokus pada persahabatannya dengan Maya.
Berkat pertemuan-pertemuan yang sering terjadi, Maya mulai merasa nyaman berbicara dengan Alex dan mulai membuka diri kepadanya. Dia menceritakan tentang kekhawatirannya akan masa depan, impian-impian yang selama ini disimpannya, dan rasa kesepiannya yang sering membuatnya merasa terisolasi.
Alex sangat memahami perasaan Maya dan selalu memberikan dukungan padanya. Dia memberikan saran-saran yang sangat berharga bagi Maya dan membuatnya merasa lebih percaya diri.
Maya juga mulai menunjukkan karya-karya tulisnya pada Alex dan meminta pendapatnya. Alex sangat terkesan dengan tulisan-tulisan Maya dan selalu memberikan pujian padanya. Dia juga memberikan kritik-kritik yang membangun agar karya tulis Maya semakin baik.
Percakapan-percakapan yang sering terjadi antara Maya dan Alex membuat mereka semakin dekat. Maya mulai menyadari bahwa dia memiliki perasaan khusus pada Alex, namun dia masih ragu untuk mengungkapkannya pada Alex.