Bab 19: Merekrut

1753 Words

Carol dengan yakin mengetahui bahwa aroma darah yang kuat itu bukan berasal dari bilah pedang yang dipegang sosok itu, namun berasal dari tubuhnya sendiri. Orang itu bersembunyi di sudut yang gelap, sekitarnya gelap gulita, bahkan jari-jarinya pun tidak terlihat. Carol tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana rupa sosok itu. Namun, dari perawakannya, ia menduga bahwa sosok itu sepertinya sangat kuat. “Harald, letakkan pedangnya, ia bukan musuh!” Di bawah bujukan gadis bertelinga kucing itu, Harald mengendurkan genggaman pedangnya, membuat hati Carol menjadi lebih tenang. Ia pun mundur sedikit, kemudian samar-samar bisa melihat situasi dengan lebih jelas dengan bantuan cahaya bulan yang masuk lewat celah pintu. Carol melihat ada seorang pemuda yang sedang berada di sudut ruangan. Bada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD