Kelopak mata lebar kini mengedip, mengisi penuh bola mata bulat coklatnya yang sebening kristal. Sayangnya karna semprotan obat bius matanya memerah, ia mulai memulihkan kesadaranya. Pandangan yang samar-samar mulai mengelilingi kamar bergaya spanyol. Pandangannya berhenti pada sosok David yang duduk di sofa dengan minumannya. “kau sudah sadar Jullia?.” David duduk di sofa sudut kamar, dengan santainya ia menikati wine lalu tersenyum sinis. “Kau bodoh David, jika kau ingin tubuh ku seharusnya kau menyentuh ku selama aku pingsan. Tapi aku sudah sadar jangan harap itu bisa terjadi“ ucap Jullia. David sanagat geram, Jullia yang sudah terkurang masi bisa bersikap arogan. Ia menghampiri Jullia mencengkram kuat rahangya. Jullia yang sadar tangan dan kakinya di ikat di sisi ra

