"Tunggu aku!, aku segera kesana." Sambungan di putuskan Jullia. Jullia bergegas mengendarai mobilnya menuju cafe welcome dengan kecepatan penuh. "Siapa yang berani melakukan ini!," guman Jullia. Setengah jam Jullia akhirnya sampai. Nampak para karyawa sedang berdiri melihat bangunan yang telah hancur hampir rata, sementara Ronal duduk di batu beton bekas runtuhan bangunan cafe miliknya, sambil memijat pelipis. Beberapa karyawan terus berdesus mempertanyakan kejadian yang mengerikan. Mereka mersaka kasian pada bosnya. Ronal selama ini bersikap baik dan peduli pada kehidupan pribadi karyawanya. Siapa sangaka orang akan berbuat burup padanya. Para karyawan harus pasrah dengan pemutusan kontrak kerja, padahal gaji mereka baru naik." Jullia kali ini merasa cemas dengan kondisi Ronal, ia

