Keputusan Dimas meninggalkan Naya cukup berpengaruh pada gadis itu. Naya memang tetap kuliah, tapi setengah hati. Dia selalu duduk di bangku belakang, tak peduli pada kehadiran dosen. Makan pun Naya malas-malasan. Jika tak dipaksa Farah dan Lisya, Naya bisa seharian di kampus tanpa makan apa pun. "Jangan gitu dong, Nay." "Ini udah empat hari, Nay. Farah dan Lisya menatap Naya setengah kesal. Naya benar-benar jadi orang yang berbeda. Ke mana Naya yang ceria, heboh, dan manja? "Nay!" panggil Lisya setengah kesal. "Apa, sih?" Naya yang sedari tadi bergelung di dalam selimut dan berpura-pura tidak mendengar suara mereka akhirnya bangkit. "Jangan kayak gini terus, Nay! Kita tuh hampir UTS dan kuis kamu kemarin jauh di bawah nilai rata-rata. Aku tahu kemampuan kamu nggak serendah itu. Kam

