24. Mampir

1596 Words

"Nggak usah!" cegah Naya ketika Dimas hendak membuka pintu mobil. Jika Naya tidak mencegah, lelaki itu pasti turun untuk membukakannya pintu. Lalu apa? Membuat Naya lebih sakit hati? "Naya, maaf." Naya tak menghiraukan ucapan Dimas. Dia melepas seatbelt dengan cepat, lalu membuka pintu mobil. Sebelum ia turun, dilihatnya mata Dimas. "Daehyun artinya terhormat, kan?" Naya menatap Dimas tajam. "Sebaiknya kamu ganti nama," lanjutnya sebelum turun dari mobil. Dimas sedikit tersentak saat pintu mobilnya ditutup dengan keras. Dia ingin mengatakan sesuatu, namun Naya terlebih dulu berlari ke dalam kost. Dean yang kala itu sedang membaca buku di teras hanya menatap mobil Dimas. Kemudian, dia masuk ke dalam menyusul Naya. Naya berhenti di batas antara ruang tamu dan ruang makan. Dean berhe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD