Tidak Salah, Kan?

1556 Words

Komen>Vote *** "Kalian pernah ketemu." Naya menghela nafas mendengar itu. Matanya fokus pada es krim di tangannya yang mulai mencair. "Kapan?" "Di supermarket, waktu kita ketemu Profesor Adam juga. Dia perempuan yang ngobrol sama aku." Naya mengernyit, berusaha mengingat sosok yang Dimas bicarakan. "Yang pakai dress merah?" Nafas Naya terhela lagi begitu Dimas mengangguk. "Naya," panggil Dimas. Lelaki itu meraih tangan Naya yang tadi memegang sendok es krim. "aku tahu aku salah. Aku emang b******k karena nggak bilang dari awal, tapi itu karena aku sayang sama kamu. Kita juga udah dalam proses perceraian, Nay." "Kapan kalian cerai?" "Selain karena Mentari meninggal, waktu itu aku nggak ngehubungin kamu karena lagi masukin berkas ke pengadilan." "Karena aku?" tanya Naya. Dima

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD