10. Kompensasi

1626 Words

 Hawa dingin yang berasal dari AC mobil membuat Naya mengelus tengkuk. Udara di Yogyakarta akhir-akhir ini cukup panas, jadi AC mobil Dimas yang disetel maksimum cukup membuatnya bergidik. Beberapa kali mata Naya melirik ke Dimas yang menyetir di sebelahnya. "Kenapa?" tanya Dimas. Senyum geer muncul karena sadar sedari tadi ditatap Naya. "Heran aja." "Heran kenapa?" "Heran aja Dokter Dimas beneran jemput. Kirain bakal ada pasien dadakan lagi," ujar Naya sarkas. Tadi pagi ia memang berangkat bersama Dean, alasannya karena memakai motor lebih cepat daripada mobil. Dimas mengizinkan dengan syarat Naya harus mau pulang bersamanya. "Nay, saya kan udah minta maaf soal yang kemarin." "Iya deh udah minta maaf. Untung kemarin ada Mas Dean. Coba kalau nggak? Beneran kayak orang ilan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD