Jantung Naya berdegup dengan cepat. Gadis itu menggigit bibir untuk mengurangi kegugupannya. Peluh menetes di pelipisnya. Berkali-kali kuku ibu jarinya ia gigit. Waktu terus berjalan, namun tidak ada tindakan yang Naya lakukan. Dia masih berada di ambang kebingungan. Sungguh, dia tidak tahu pilihan mana yang harus ia ambil. Setelah beberapa menit, ia kemudian memejamkan mata. Tangannya terulur ke depan untuk mengambil salah satu pilihan. Ya, lebih baik random begini daripada menyesal karena keputusannya sendiri. Innisfree jeju volcanic clay mask cica. Naya tersenyum melihat benda di tangannya, memang ini yang tadinya ingin ia pilih. Hari ini kuliah masuk agak siang, jadi dia bisa menyempatkan diri memakai masker dan lulur. Setelah lima belas menit mengalami kebingungan dalam memikirkan

