Dunia ku terasa runtuh, saat aku melihat bercak darah di celana ku" aku bingung harus bagai mana.
" aku ambil pembalut, yang aku simpan di antara pakean ku.
lalu aku pakai, nak bertahan ya" bunda mohon, bunda sayang sama kamu, aku elus perut ku yang belum terlihat membuncit.
sudah ketiga kali aku menghubungi kak Sukma, namun telvon ku tak di angkat olehnya! otak ku terasa buntu, tak bisa untuk berfikir.
" ya Allah, aku harus gimana ini! tolong jangan kau ambil anak ku ini? aku meminta pengharapan pada sang maha pencipta, hanya kepadanya aku meminta pertolongan.
" aku hanya bisa menagisi diri ini di kamar, ya Allah" begini kah hidup jauh dari orang tua" saat seperti ini tak ada yang bisa aku minta bantuan.
hiks.. hiks.. hiks..
aku keluar kamar, pandangan ku aku edarkan di luar rumah, Namun aku tak melihat satu pun orang di luar.
" itu motor Hadi, pasti dia sudah pulang gumaman ku! aku seperti mendapat sececar harapan. tak butuh waktu lama aku hubungi no hadi.
"Hallo di?
iya, hallo teh! ada apa teh?
di, teteh minta tolong" anterin teteh kebidanan ya di? teteh pendarahan di! maaf teh Hadi gak bisa.
" ya Allah , malang sekali nasib ku ini" saudara sendiri aja tak mau menolong ku.
ya udah di! iya teh.
" setelah telvon di matikan, tangis ku pecah seketika. ya Allah" ini kah yang di namakan keluarga? kenapa keluarga suami ku seperti ini "ya Allah.
" harus kemana lagi aku meminta bantuan? aw , rasanya perut ku sakit seperti di remas-remas. hiks.. hiks.. ya Allah sakit sekali.
ku raih handphone yang aku taruh di atas meja, Bismillahhirrohmanhirohim. aku tekan nomor handphone ibu ku, seleah ku nada sambung terdengar aku lega, semoga ibu bisa membantu ku. doa ku dalam hati.
Hallo" assalamualaikum.
" walaikumsalam, kenapa ndok.
hiks.. hiks.. hiks..!!
kenapa nangis ndok?
buk" bisa kesini Gak buk? kenapa ada apa ndok? buk " aku pendarahan buk.
hiks.. hiks.. hiks..
astagfirullah alazim,, kamu minta bantuan dulu sama bibik atau sama siapa dulu ndok!
aku" udah minta bantuan buk sama Hadi ,tapi dia gak bisa buk anterin aku! astagfirullah alazim, kamu udah telvon Umar? udah buk cuman susah di hubungin, ya" udah jangan nangis, ibu" kesana sekarang, yang kuat ya ndok! iya buk.
assalamualaikum.. walaikumsalam..!!
setelah telvon di matikan, aku mencoba menghungi suami ku lagi, namu belum bisa di hubungin! ya Allah , aku minta bantuan pada siapa lagi?
aku tak menyerah sampai di situ, aku mencoba menghubungi kak anto kali ini, berharap bisa membantuku.
Hallo kak Anto!
iya, hallo"! kak ada di mana? di rumah emang kenapa? kak tolong bantu aku kabarin umar, aku pendarahan kak!
a-apa kamu pendarahan? iya kak" aku minta tolong hubungin Umar, aku udah telvon ibu ku tadi kak, udah mau kesini" ya, udah kak Anto coba hubungin Umar dulu. iya kak, sebelum nya makasih kak,
Telvon pun terputus, aku mencoba mengsugesti diri ku, semua akan baik-baik saja, anak ku pasti akan selamat.
mas" Diandra pendarahan mas,? sekarang kita kesan mas! astagfirullah, Umar udah tau dek, belum mas" malang nya anak ku mas saat keadaan seperti ini, keluarga Umar tak ada yang mau membantu mas, ucap ibu ku pada calon suami baru ibu ku.
aku siap-siap dulu mas, iya, dek. kamu anak kuat ndok, sabar ya ndok" ibu sekarang kesana, dengan berurai air mata ibu ku, mendengar kabar berita seperti ini! tak ada yang membantu anak nya yang sedang merasakan sakit.
jam sudah menunjukan jam 2 siang, namun tak ada tanda-tanda suami ku pulang, aku mencoba menghubunginya namun masih sama seperti yang tadi.
sedangkan jika menunggu " ibu, ku masih lama karna jarak antara rumah ku dan rumah ibu jauh, karna sudah beda kota, membutuhkan waktu paling lama 4 jam.
kali ini aku mencoba menghubungi kak Andi, semoga kak Andi kerja bareng sama suami ku?
tak lama telvon pun di angkat.
" hallo Dian.
"iya , hallo kak! kak lagi sama Umar gak kak? ya, lagi sama Umar . kak anto" udah telvon belum tadi kak? udah" Umar udah jalan pulang, oh " iya kak makasih.
"Tut..
"tepat jam 3 sore suami ku pulang, bersama kak Sukma! aku yang melihat kepulangan " cepat-cepat membukan pintu, aku " langsung memeluknya menangis di pelukan nya. yank" apa bener kabar yang aku dapat dari Anto?
i-iya yank" hiks.. hiks..! udah jangan nangis, anak kita pasti baik-baik aja! keluar darahnya banyak yank? aku menggeleng tanda menjawab pertanyaan suamiku. boleh aku liat yank? aku dan suami menuju kamar" aku perlihatkan pembalut ya aku pakai,,
" suami melihat bercak darah di pembalut yang aku pakai,, tak terasa air matanya menetes" terlihat badan nya bergetar melihat darah segar yang keluar dari tubuhku.
" suami ku pun memeluk ku dengan erat, yank" aku yakin anak kita pasti selamat, tidak akan terjadi sesuatu apa pun pada anak kita. aku hanya dia tanpa suara, dalam hati berkata" yang aku tau yank" jika sudah pendarahan tak ada harapan,, ucapku dalam hati.
assalamualaikum.. walaikumsalam!!
mana Diandra nak Sukma? ada di kamar buk. Dian.. Dian.. ! yank, itu suara ibu. aku pun keluar dari kamar, ,
" kamu tadi habis ngapain Dian? apa kamu salah makan? banyak apa tidak keluar darahnya. tiba-tiba ibu memberondong dengan segala pertanyaan, aku tadi lagi nonton tv buk" terus aku makan pisang muli sama kopi, aku gak makan aneh-aneh jawabku.
kamu gak makan nanas atau duren kan" aku menggeleng! engak buk? sudah sekarang anterin istri kamu kebidanan mar. ya, buk" tak ada bantahan dari suami ku, ibu ku hanya menatap rumah sebelah dengan nanar, sambil menggeleng-gelengkan kepala.
aku dan suami bergegas kebidan, untuk berkonsultasi, setelah sampai terlihat sepi namun pintu rumah terbuka.
assalamualaikum buk..salam pertama tak ada jawab
satu
dua
tiga
walaikumsalam, kenapa buk? sini masuk buk! gini buk aku mau memeriksakan kandungan buk, tapi begini buk? aku pendarahan buk, apa ada solusi nya buk? apa kandungan ku bisa di pertahankan? maaf buk jika sudah pendarahan itu sudah tak bisa di selamatkan!
deg
rasanya duniaku runtuh,, seperti tersambar petir di siang bolong" rasa nya seperti terhantam batu besar, apa aku salah kehilangan anak ku! aku diam tak, aku" usap perut ku dengan lembut, maafkan bunda sayang tak bisa menjagamu, maaf kan bunda jika bunda salah padamu.
jadi Giman buk? tanya suamiku, lebih baik ibu Diandra nya di bawa kerumah sakit pak" saya gak sanggup kalau sudah seperti ini. ya, udah buk terima kasih" aku dan suami berpamitan untuk pulang, sepanjang perjalanan aku tatap perutku, yang belum besar ini, berulang kali hanya kata maaf yang aku ucapkan pada anakku.
sesampainya di rumah, rasanya tubuh ini sudah tak sanggup untuk" berdiri lagi, aku pun di papah masuk kedalam rumah oleh suami ku, aku lihat di dalam rumah hanya ada" ibu , calon bapak tiri, kak Andi , kak Anto dan kak Sukma.
aku hanya tersenyum getir, melihat tak ada keluarga suami yang perduli padaku" tuhan salah ku apa pada keluarga suami ku ini, sampai-sampai tak ada rasa empati sedikit pun padaku.
" gimana Umar? apa kata bidan nya! ini harus di bawa kerumah sakit buk, bidan udah gak sanggup" ya udah ayok kita berangkat kebidan, ibu gak mau terjadi apa-apa pada anak ibu.