Bab 42 - Persiapan pernikahan (1)

1654 Words

Pagi ini, Aruna bangun dengan keadaan yang fresh. Setelah semalam ia perang dengan Jayden lalu dengan Santi, kini ia sudah bisa merasakan jika tubuhnya itu segar. Ngomong-ngomong soal perang, ini bukan perang yang sesungguhnya layaknya perang dunia. Melainkan perang batin, ya bagi Aruna ia semalam tengah perang batin dengan keluarga Edzard. Apa lagi jika mengingat pandangan sepupunya Jayden itu, membuatnya jijik sekali. “Loh, ini Om-om ke mana ya? Kok udah kosong saja ini kasur sebelah?” monolog Aruna saat menyadari jika Jayden sudah tidak berada di sebelahnya. Mata Aruna membelalak saat menyadari jam yang ada di atas nakas sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Ah, bukan pagi , tepatnya ini sudah siang. Bagi keluarga Edzard, ini adalah siang. Aruna bergegas untuk pergi mandi, sebelum i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD