“Mama minta padammu untuk selalu menyelami hati Jayden,” pinta Mama membuat Aruna mengangkat kepala. Dia menatap mertuanya itu dengan lekat sebelum kemudian menganggukkan kepalanya, “Aruna akan mencobanya demi Mama, tapi Mama jangan berterima kasih padaku, itu sangat berlebihan sekali. Hubungan kami tak sehangat dan seromantis hubungan pada umumnya, kami sering beradu argument dan juga sering berdebat. Ya, meskipun itu hanya kami lakukan saat berdua saja, tapi aku akan mencoba seperti apa yang Mama katakan barusan. Jadi Mama jangan khawatir, dan teruslah bahagia.” Jasmine terdiam, menatap kakak iparnya dengan sorot mata berbinar. Tersenyum mendengar ucapan tulus yang diucapkan oleh Aaruna. Ternyata Kakaknya tidak salah mencari istri, di balik sifat bar-bar dan sikap sederhana Aruna, ter

