“Kenapa kakak memanggilku?” tanya Jasmine dengan tiba-tiba. begitu dia menoleh ke kanan, dia sedikit terkejut saat melihat Bima berdiri membatu di sana. Wajahnya memerah, mengingat bagaimana dia dengan semberononya mencium asisten kakaknya itu di pinggir pantai. “Duduklah.” Jasmine pun duduk di kursi yang ada di depan Jayden. “Apa hari ini kami bersenang-senang?” tanya Jayden melihat Adik perempuannya itu yang terlihat sedikit aneh. “Tentu saja. Memangnya kenapa?” tanya Jasmine sedikit mencibir. Dia mencoba menenangkan perasaannya dengan bersikap menyebalkan kepada kakaknya itu. “Apa kamu mau hadiah dariku?” tanya Jayden. “Apa kamu tidak peka, sehingga saat ingin memberikan hadiah saja harus bertanya dahulu padaku,” ucap Jasmine kesal. Pasalnya saat ia datang ke sini, perasaan sud

