Jasmine dan Bima saling pandang denga tatapan yang penuh binar, senyum senang tak dapat mereka sembunyikan. Siapa yang tidak senang mendengar ucapan Jayden. Jasmine dan Bima seolah mendapatkan air di tengah padang pasir yang tandus. Namun, meskipun demikian, Bima tidak benar-benar senang, pasalnya ia tak ingin berhubungan dengan Jasmine secara sembunyi-sembunyi. Meskipun demi kebaikan bersama. Tapi, dia cukup tahu diri dengan posisinya sekarang. Dia dan Jasmine beda kasta. Dan dia tak mungkin mengharapkan lebih dari in. “Kakak merestui hubungan kami? Apa itu benar?” tanya Jasmine dengan senyuman lebar menatap kakaknya dengan penuh binar. Jayden menautkan alisnya. Ia menatap sang adik yang kini tengah berbinar, sedangkan Bima terlihat biasa saja. Wajah asistennya itu terlihat seperti ada

