Aruna hanya diam saja, tanpa membantah. Pandangannya melihat ke arah luar jendela mobil. Beruntung Bima belum benar-benar pergi, hingga kini Bima lah yang mengemudikan mobil Jayden. Tidak ada perbincangan di antara ketiganya, hanya deru mesin yang terdengar. Aruna dengan pikirannya begitu juga dengan Jayden, ia merasa jika telah gagal menjaga Aruna. Padahal, ia sudah membawa bodyguard, tapi masih saja kecolongan begini. Hanya dua hama kecil saja ia tidak bisa membasmi, bagaimana jika para musuhnya. Terkadang Jayden juga merasa, jika ia salah karena memilih Aruna sebagai calon istrinya. Namun, mungkin ini adalah takdir, tapi kenapa harus seperti ini. Pada awalnya, ia hanya menganggap Aruna, biasa saja, hanya menganggap sebagai penutup kebutuhannya, keduanya saling membutuhkan dan membantu h

