Bibir Ronald tersungging, saat melihat sebuah video yang ada di laptop miliknya. Ia menyandarkan punggungnya di kursi yang ia duduki sembari menyesap secangkir teh yang ada di tangannya. “Ada apa Ayah?” tanya Jessica. “Putrimu terlihat sangat angkuh,” kata Ronald dengan nada bangga kepada cucu bungsunya itu. Jessica menatap layar laptop milik mertuanya itu, di sana terlihat Jasmine tengah bersedekap tangan seraya memegang dokumen di tangannya. “Apa dia membuat ulah?” tanya Jessica. Ronald menaruh cangkir tehnya, ia menutup laptopnya, mengerti ‘dia’ yang dimaksud oleh menantunya itu. Dia menarik napas lalu menangguk. “Sepertinya Darren ingin mengikuti jejak ibunya,” ucap Ronald lelah dengan sikap putri bungsunya yang terlalu kemaruk dan tak pernah puas dengan apa yang sudah dia beri

