“Kalian jaga jarak dari kami. Aku tidak ingin privasi kami dilihat kalian.” Jasmine memberi perintah kepada para bodyguard suruhan kakeknya yang selalu menemaninya. “Baik Nona.” “Meskipun begitu, kalian harus selalu waspada, terutama pada Aruna. Jangan sampai lengah, ingat baik-baik!” “Baik, Nona.” Jasmine pun menaiki mobil dan mengemudikannya sendiri, menggelengkan Aruna yang sudah duduk di samping kursi pengemudi memakan cemilan yang dia bawa. Matanya menatap fokus, mengemudikan mobilnya tidak terlalu cepat. Dia melirik jam tangan kecil yang melingkari tangannya, waktu masih menunjukkan pukul setengah sembilan pagi sekarang. Dia mendesah pelan, memikirkan berapa lama waktu yang akan dia dan Jasmine habiskan berdua nanti. “Kamu bisa nyetir mobil?” tanya Jasmine menolehkan kepalanya

