Bab 160 -

1458 Words

Mata Jayden membelalak, ia syok mendengar ucapan Sarah. “Bercinta? Menelepon?” Dua kata itu kini menguasai pikirannya, ia tak tahu apa maksud dari Sarah, dan ini semua benar-benar membuatnya menjadi orang yang bukan hanya bodoh melainkan juga t***l. Ya, bercinta, memang dirinya semalam menghabiskan waktu bercinta dengan Aruna sang istri. Dan soal menelepon, dirinya tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Sarah. Jayden menautkan kedua alisnya ia menatap lekat Sarah yang kini tengah menatap tajam dirinya, napasnya memburu dan matanya memerah menahan amarah. “Menelepon? Siapa yang meneleponmu? Aku tidak menelepon dirimu semala sa–. Maksudku aku tidak menghubungimu, Sayang,” Jayden meralat ucapannya, hampir saja ia kelepasan mengatakan saat bersama Aruna pada Sarah. “Dengarkan ini!” Sarah m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD