Mobil sport itu melaju dengan kecepatan tinggi melintasi jalanan lebar yang disekelilingi pohon-pohon yang dibiarkan tumbuh besar dengan segerombol parasit pada bagian batangnya. Mengambil kesempatan untuk menambah kecepatan di jalanan yang sepi adalah keputusan mayoritas para pengemudi. Terlebih mereka yang asli penduduk sana. Rega mengemudi dengan focus sesekali melirik Kinan yang disampingnya, gadis itu tampak diam. Bukan tampak, namun sejak tadi memang hanya diam. Memikirkan sesuatu mungkin? Rega pun hanya diam, hanya berani memandang dari kursi duduknya. Lagipula, ia merasa tidak enak karena sebelum berangkat dari sini Rega tidak memperbolehkan Kinan untuk rapat bersamanya. Ah bukan rapat perusahaan penting hanya rapat untuk membuat sebuah rencana. Tak berapa lama, mobil memasuki

