Kinan terbangun dari tidurnya yang padahal hari belum terlalu siang dan juga tidak terlalu pagi. Tapi tetap saja, setiap Rega berada disampingnya ia akan merasa senang, kenyamanan sampai akhirnya dia tertidur pulas. Kinan melihat dari jendela kamar Rega, mobil lelaki itu sudah pergi. Menandakan ia telah ditinggalkan sendiri disini. Kinan memutuskan keluar, menghampiri Cahyaning yang sedang menonton sinema televisi yang ia sukai. Kinan tersenyum pada Cahyaning yang menyambutnya dengan senyumannya juga. Kinan duduk termangu menoleh ke kanan dan ke kiri, entah apa yang sedang ia cari sebenarnya. “Kamu mencari Rega? Dia sudah pulang!” Ucap Cahyaning melihat gerak-gerik Kinan yang menoleh ke kanan dan ke kiri. “Ah tidak! dimana Mbak Siti?” Tanya Kinan dengan senyumannya, ia tersipu malu t

