Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi menyusuri hutan belantera hingga masuk ke dalam deretan rumah yang tak biasa ia jamah. Lelaki itu menggigit bibirnya cemas, ia tampak gelisah karena pikirannya tidak hanya fokus pada satu tujuan melainkan bercabang. Ia tidak hanya memikirkan Bi Herna tetapi bayangan Kinan terus saja menghantuinya, padahal sangat jelas gadis itu sudah berada di tempat yang aman. Ia melirik pada monitor mobil yang menunjukkan arah menuju lokasi sesuai dengan yang dikirimkan Belva di ponselnya. Begitu titik berhenti, Rega tidak kunjung keluar ia berdiam diri untuk sebentar di dalam mobil. Mungkin ia tengah menyiapkan mentalnya untuk segera mengakhiri permaiann yang rumit dan juga menyita banyak waktunya. BLAAAMM… Akhirnya Rega keluar dari mobilnya, menutup pint

