Seorang gadis tengah duduk dengan dikelilingi beberapa lelaki yang berdiri di sampingnya, mereka tidak melakukan apapun selain menatap wanita tua yang tersungkur di tanah dengan tatapan penuh kebencian pada gadis yang justru tidak merasa bersalah itu. Gadis itu justru tersenyum sinis pada wanita yang telah terikat di kedua tangan dan kedua kakinya, membuatnya tidak bisa bergerak bebas. “Sebaiknya gunakan waktumu dengan baik daripada terus memandangku dengan sinis.” Ucap Belva yang sejak tadi memainkan pisau kecil di tangannya. Entah apa yang sebenarnya yang akan dilakukan oleh gadis itu, postur tubuhnya yang mungil dan wajahnya yang terlalu muda telah menipu beberapa orang termasuk Bi Herna yang kini tidak berdaya dengan tubuhnya yang terikat. Bi Herna tidak henti-hentinya menangis me

