Memories

1010 Words

Semakin hari, David semakin tidak konsentrasi melakukan sesi latihannya. Hal itu tentu saja membuat Ellena murka. Wanita itu bahkan sampai melempar ponsel milik David hingga hancur. Bends itu diyakini tidak akan bisa digunakan kembali. Tetapi, meski begitu pengendalian diri David tetap saja lemah. Masalah ini sudah mulai menyasar orang-orang yang dekat dengannya. Mulai dari ibunya yang bertingkah aneh sampai dirinya menemukan fakta yang sangat mengejutkannya. Lalu, kini Malvin yang menghilang begitu saja. Ia hanya bisa duduk lemas di sudut lapangan setelah dirinya mendapat hukuman berlari mengelilingi tempat yang cukup luas tersebut. Keringat yang mengucur hampir di semua sudut wajahnya pun dibiarkan mengalir begitu saja. Napasnya juga masih tersengal-sengal. "Astaga!" David terperanjat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD