Cukup sulit bagi David untuk meminta izin keluar hari ini. Karena, siang nanti dirinya harus melakukan evaluasi. Dengan segala upaya, akhirnya dia diizinkan untuk memajukan jadwal evaluasinya dengan alasan harus pergi ke sekolah. "Jangan panik, Dave." Mathew menepuk bahu David demi menenangkan temannya yang tengah kalut itu. David hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia segera berlari menuju halte terdekat yang akan membawanya ke sekolahnya. Napasnya memburu membayangkan apa yang ia baca tadi pagi. David harus memastikan kalau kabar tersebut tidaklah benar. Di tengah perjalanan, ponselnya berbunyi. Awalnya, ia enggan mengangkat kalau saja ia tidak melihat nama Rubby yang tertera di sana. "Ya hallo, Rubby." Rubby ikut membuang napasnya kasar saat mendengar helaan napas David yang terdeng

