David membaca berulang kali pesan yang masuk dari agensi yang memintanya datang di akhir pekan. Sedangkan, ia bahkan belum izin sama sekali kepada sang ibu. Bisa saja ia beralibi tapi ibunya mungkin akan meminta mengantarnya. Ia benar-benar tidak diperbolehkan naik kendaraan umum kali ini. Bahkan, setelah hari di mana David tidak di jemput, sang ibu sudah menunggunya lima menit sebelum bel pulang berbunyi. "Bagaimana ini?" gumam David. Ia berpikir keras sampai sebuah pesan masuk ke ponselnya. "Ah iya! Latihan untuk pentas perpisahan!" David menjentikkan jarinya setelah membaca pesan tersebut. Ia lupa kalau dirinya mengisi acara tersebut. Jadi, ia bisa menjadikan ini sebagai alasan kepada sang ibu. Setelah cukup yakin, meski dirinya harus siap kalau ibunya mengomel, David menemui sang

