David yang sudah membalas e-mail tersebut itu pun tentu saja tengah menunggu sebuah panggilan. Ia juga melupakan tentang jendela kamarnya yang pecah dan sudah tersimpan di dalam gudang. Yang ada dalam pikirannya saat ini hanya bagaimana caranya meminta izin kepada sang ibu. "Dave, Mama ke luar sebentar, ya. Mama pulang sebelum makan malam." "Iya." David hanya menyahut seadanya dan kembali berpikir keras. Agaknya, dia sendiri lupa kalau sebelum melakukan hal ini, dirinya harus izin terlebih dahulu. Tetapi, kalau ia izin sebelumnya, bisa saja seluruh fasilitas miliknya akan dicabut. Lebih parahnya, mungkin ia akan dimasukkan ke dalam sekolah khusus laki-laki yang berada di tengah pulau terpencil dan sulit untuk pulang. Awalnya, David tidak pernah percaya dengan ancaman tersebut saat keci

