Melihat betapa merahnya pipi Flora, Joan tidak langung mengantar pulang gadis itu. Dia melarikan mobil ke arah kampus dan parkir di halaman depan flat. Karena dia memang tidak memiliki akses parkir untuk mobil. “Ini di mana?” Flo memandang sekeliling. Lokasi yang mereka kunjungi lumayan tersembunyi. Sedikit menipu orang awam jika bermaksud mengintai. Awalnya Flo mengira mereka menuju ke dua tower apartemen lumayan mewah yang gedungnya bersebalahan dengan gedung beberapa lantai ini. Tempat ini agak ke belakang, ada semacam jalan tikus untuk mencapainya. Setelah itu buntu. Bisa dipastikan orang yang kesasar sampai sini dia takkan ke mana-mana lagi selain putar balik. “Kita kompres dulu pipi kamu. Nanti Tante Mira bisa bertanya macam-macam dan aku nggak tahu harus bilang apa.” Jovan melepas

