*Happy Reading* Raid melangkah keluar dari kediaman Abyan dengan riang. Mulutnya bahkan terus bersiul kecil seiring langkahnya yang semakin dekat dengan sebuah mobil yang tengah menunggu. Saat membuka pintu penumpang, Raid di sambut tatapan seorang kawannya yang memang ia minta temani tadi. "Apa? Kenapa menatapku begitu? Tenanglah, jangan terlalu mengkhawatirkan aku, okeh?" Pria di balik kemudi itu mendengkus kasar sambil memutar mata dengan malas. Dia adalah Frans. Rekan sejawat sekaligus kepercayaan Arjuna. "Menjijikan. Aku masih cukup waras untuk tidak mengkhawatirkanmu," tandas Frans kesal. Lalu mulai menjauhkan kendaraan besinya menjauh dari sana. "Lalu, kenapa kau menatapku seperti tadi? Seperti seorang kekasih yang menunggu kepastian saja," sahut Raid sambil terkekeh. Frans

